SUMBAWA, Beritalima.net – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa baru melakukan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap sekitar 50.500 ekor ternak dari total populasi yang mencapai 317.000 ekor. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan vaksinasi ternak di daerah tersebut.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakeswan Kabupaten Sumbawa, drh. Rini Handayani, mengatakan cakupan vaksinasi masih perlu ditingkatkan untuk memperkuat perlindungan ternak dari ancaman penyakit menular tersebut.
“Memang populasi ternak kita cukup tinggi, sehingga kita butuh sekitar 70–80 persen untuk vaksin PMK. Tetapi karena keterbatasan anggaran sehingga kebutuhan vaksin kita belum bisa terpenuhi,” kata Rini, Rabu (23/9/2026).
Ia menjelaskan, dari pemerintah provinsi, Kabupaten Sumbawa telah menerima distribusi sebanyak 58.100 dosis vaksin. Dari jumlah tersebut, sekitar 50.550 dosis telah digunakan untuk vaksinasi ternak, sementara sisanya akan segera didistribusikan kembali ke wilayah yang membutuhkan.
Menurut Rini, vaksinasi menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah munculnya kasus PMK. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus di Kabupaten Sumbawa, upaya pencegahan tetap dilakukan melalui peningkatan cakupan vaksinasi dan pengawasan kesehatan hewan.
“Kami akan distribusikan kembali sisanya kepada daerah yang membutuhkan. Karena rata-rata semua sudah mendapatkan vaksin, tetapi kami akan prioritaskan ternak keluar daerah,” ujarnya.
Selain vaksinasi, Disnakeswan juga menggencarkan sosialisasi kepada peternak serta mendorong penerapan sanitasi kandang menggunakan disinfektan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan dan mengurangi risiko penyebaran penyakit.
Rini menambahkan, pengendalian PMK penting untuk menjaga kelancaran tata niaga ternak. Kabupaten Sumbawa memiliki populasi dan potensi peternakan yang besar untuk memenuhi kebutuhan sejumlah daerah lain, sehingga kesehatan ternak menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas perdagangan.
Karena itu, Disnakeswan berharap adanya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha ternak, kepala unit pelaksana teknis (KUPT), dan tenaga veteriner dalam memperketat pengawasan lalu lintas ternak.
Salah satu upaya yang ditekankan adalah memastikan ternak yang masuk dari luar daerah dilengkapi dokumen vaksinasi PMK sesuai ketentuan, guna meminimalkan risiko masuk dan menyebarnya penyakit di Kabupaten Sumbawa. (01)






