Dinas P2KBP3A Sumbawa Atensi Fenomena Fatherless

- Penulis

Kamis, 29 Januari 2026 - 14:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWA, Beritalima.net – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) memastikan akan memberikan atensi khusus terhadap fenomena fatherless (kehilangan figur bapak) untuk menekan kasus pernikahan usia anak.

“Angka fatherless kita saat ini berada di angka 25 persen di seluruh Indonesia berdasarkan hasil kajian dari UNICEF, sehingga kami akan memberikan atensi khusus,” kata Sekretaris DP2KBP3A dr. Nieta Ariyani, Kamis (29/1/2026).

Hilangnya figur ayah dalam keluarga bisa menjadi salah satu pemicu munculnya kasus stunting baru di masyarakat. Selain itu, bagi anak perempuan kehilangan sosok ayah sebagai cinta pertamanya juga akan menimbulkan kasus pernikahan anak usia dini.

“Anak perempuan fatherless ketika mengenal sosok lawan jenis di usia tertentu maka mereka akan menjadi bucin yang berakibat munculnya kasus pernikahan usia anak,” ucapnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan hasil kajian terhadap 83 kasus pernikahan usia anak yang terjadi di tahun 2025, rata-rata mereka mengalami fatherless. Bahkan hasil kajian tersebut sekitar 30-40 persen mereka terpaksa menikah di usia dini karena kehilangan figur ayah sebagai pelindung.

Baca Juga:  Pemda Sumbawa Siapkan GOR Mampis Rungan untuk Venue Tarung Derajat PON 2028

“Sekitar 30-40 persen lah pernikahan usia anak terjadi karena fatherless. Ketika mereka mengenal lawan jenis mereka menjadi bucin karena kehilangan sosok figur ayah,” ujarnya.

Selain faktor tersebut, kasus pernikahan usia anak ini muncul karena ada beberapa faktor di masyarakat. Faktor utama yakni dampak pergaulan bebas, sehingga banyak remaja yang melakukan hubungan seksual diluar nikah dan hamil.

“Rata-rata anak yang menikah usia anak ini karena putus sekolah bahkan mereka tidak lagi memiliki keinginan untuk melanjutkan sekolah karena sudah terlanjur,” ujarnya.

Tingkat pendidikan juga turut ambil bagian dalam penyebab pernikahan usia anak ini. Namun, faktor pendidikan tidak terlalu dominan dalam kasus ini melainkan faktor lingkungan dan hamil di luar nikah.

“Memang faktor pergaulan bebas jadi pemicu kasus tersebut terutama akibat kepemilikan alat komunikasi (HP). Kami juga akan semakin intens melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang pendewasaan usia perkawinan di SMA/SMK sederajat,” tukasnya. (02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritalima.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sumbawa Tinjau Calon Venue Panahan dan Pickleball untuk PON 2028
Pemda Sumbawa Siapkan GOR Mampis Rungan untuk Venue Tarung Derajat PON 2028
Pemkab Sumbawa Tekankan Pengawasan Program Strategis dan Pemberantasan Illegal Logging
Pemkab Sumbawa Perkuat UMKM dan SDM Lewat Kerja Sama Strategis
Job Fair Sumbawa Sediakan 282 Lowongan dari 19 Perusahaan
Pemkab Sumbawa Perkuat Satgas Linmas
Pemda Sumbawa Matangkan Persiapan Fasilitas Olahraga Sebagai Venue PON
Bupati Sumbawa Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Ritel Modern
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:50 WITA

Bupati Sumbawa Tinjau Calon Venue Panahan dan Pickleball untuk PON 2028

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:39 WITA

Pemda Sumbawa Siapkan GOR Mampis Rungan untuk Venue Tarung Derajat PON 2028

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:37 WITA

Pemkab Sumbawa Tekankan Pengawasan Program Strategis dan Pemberantasan Illegal Logging

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:36 WITA

Pemkab Sumbawa Perkuat UMKM dan SDM Lewat Kerja Sama Strategis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:35 WITA

Pemkab Sumbawa Perkuat Satgas Linmas

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemkab Sumbawa Perkuat UMKM dan SDM Lewat Kerja Sama Strategis

Rabu, 28 Okt 2026 - 23:36 WITA