SUMBAWA, Beritalima.net – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat pemetaan berbasis data sebagai langkah strategis untuk mempercepat pencegahan dan penanganan stunting. Upaya ini dilakukan agar intervensi yang diberikan lebih tepat sasaran, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Sekretaris Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dwi Rahayu Ratih Wulandari, mengatakan pemetaan kondisi stunting dan identifikasi kelompok sasaran menjadi bagian penting dalam menentukan kebijakan serta langkah penanganan yang efektif.
“Pemetaan kondisi stunting dan identifikasi kelompok sasaran sangat penting untuk kita lakukan, sehingga pola intervensi yang dilakukan bisa tepat sasaran dan terintegrasi,” kata Dwi usai rapat penanganan stunting, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, analisis kebutuhan kelompok sasaran harus menjadi dasar dalam menyusun program. Penanganan stunting tidak cukup hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga perlu memperhatikan berbagai faktor lain yang memengaruhi tumbuh kembang anak.
Karena itu, keterlibatan lintas sektor menjadi salah satu kunci percepatan penurunan stunting. Sinergi antara perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, tenaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan program berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.
“Pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan kebijakan sangat penting, sehingga setiap intervensi yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata terhadap pencegahan dan penanganan stunting,” jelasnya.
Dwi menjelaskan, stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berisiko meningkatkan kerentanan terhadap penyakit dan memengaruhi produktivitas ketika memasuki usia dewasa. Oleh sebab itu, upaya pencegahan dan penanganan stunting perlu dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.
Berdasarkan data yang disampaikan, angka stunting di Kabupaten Sumbawa tercatat sekitar 25 persen pada 2023, kemudian meningkat menjadi 29 persen pada 2024. Sementara itu, pada 2026 tercatat sebanyak 3.325 balita mengalami stunting, atau bertambah 113 balita.
“Kondisi ini harus menjadi alarm agar seluruh pihak tidak hanya berfokus pada penanganan anak yang sudah mengalami stunting, tetapi juga memperkuat pencegahan sejak dari hulu,” katanya.
Pemkab Sumbawa berharap penguatan pemetaan, pemanfaatan data, dan koordinasi lintas sektor dapat membantu mengidentifikasi wilayah serta kelompok sasaran yang membutuhkan perhatian lebih, sekaligus meningkatkan efektivitas program percepatan penurunan stunting di daerah. (01)






