SUMBAWA, Beritalima.net – Pemerintah Kabupaten Sumbawa memberi atensi khusus terhadap pelaksanaan proyek fisik sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengalami deviasi negatif atau keterlambatan progres pekerjaan. Evaluasi dan pengawasan diperketat agar seluruh proyek dapat diselesaikan tepat waktu hingga akhir tahun.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, Kamis (15/10), mengatakan rata-rata progres pekerjaan fisik saat ini berada di kisaran 76–80 persen. Namun, masih terdapat sejumlah proyek yang belum mencapai target.
“Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata proyek fisik kita sudah di angka 76–80 persen. Meski demikian, ada beberapa pekerjaan fisik yang belum sesuai target dan itu menjadi atensi,” ujarnya.
Menurut Suharmaji, realisasi tersebut masih perlu dikejar karena target pada triwulan III minimal mencapai 80 persen, baik dari sisi fisik maupun serapan anggaran. Sementara itu, waktu efektif untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan semakin terbatas menjelang akhir tahun anggaran.
“Kita masih punya waktu dua bulan, tetapi efektifnya hanya satu bulan, sehingga kami minta OPD terkait untuk mempercepat pelaksanaan proyek fisiknya termasuk serapan anggaran,” tegasnya.
Ia menjelaskan, keterlambatan sejumlah proyek dipengaruhi beberapa kendala, di antaranya cuaca yang tidak menentu dan keterlambatan penandatanganan kontrak. Meski demikian, deviasi negatif yang berkisar 1–2 persen dinilai masih dalam batas toleransi.
Pemkab Sumbawa optimistis pekerjaan dapat dituntaskan sesuai jadwal, dengan tetap melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap OPD yang progres pekerjaannya belum sesuai target.
“Kami tetap akan melakukan pengawasan secara khusus terkait pelaksanaan pekerjaan fisik jelang akhir tahun. Hal itu kami lakukan untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. (01)






