SUMBAWA, Beritalima.net – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, mendorong pemerataan tenaga pendidik di setiap jenjang pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting menyusul masih adanya sekolah yang kekurangan guru akibat ketimpangan penempatan tenaga pendidik.
“Persoalan pendidikan di Sumbawa bukan karena kekurangan guru, tetapi ketimpangan penempatan, sehingga ada sekolah memiliki guru cukup banyak dan lainnya kekurangan,” kata Jarot saat membuka Konferensi Kerja (Konker) II Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sumbawa, Sabtu (26/9/2026).
Berdasarkan data yang disampaikan, Kabupaten Sumbawa memiliki 1.341 guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), 2.844 guru PPPK Penuh Waktu, 171 guru PPPK Paruh Waktu, serta 1.000 Guru Tidak Tetap (GTT). Selain itu, terdapat lebih dari 500 Pegawai Tidak Tetap (PTT).
“Dari segi jumlah, guru yang kita miliki saat ini sudah sangat cukup, kecuali guru agama dan PJOK. Tetapi karena belum adanya pemerataan, banyak sekolah yang masih kekurangan guru,” jelasnya.
Menurut Jarot, pemerataan tenaga pendidik harus menjadi perhatian bersama agar penguatan kualitas pendidikan dapat dirasakan secara merata. Terutama di wilayah 3T (terluar, terpencil, dan terisolir) yang hingga kini masih menghadapi persoalan pemenuhan tenaga guru.
Ia menegaskan, Konker II PGRI yang berlangsung pada 26–27 September 2026 dan diikuti lebih dari 500 guru dari 24 ranting PGRI se-Kabupaten Sumbawa harus menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi guru. PGRI juga diharapkan dapat membantu pemerintah daerah memetakan dan memenuhi kebutuhan tenaga pendidik secara lebih merata.
“Kami sangat mengapresiasi PGRI yang terus menjadi rumah besar bagi para guru sekaligus mitra penting pemerintah daerah dalam membangun pendidikan,” ujarnya.
Selain pemerataan guru, Jarot menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pendidik dalam menghadapi perubahan zaman. Tantangan tersebut mencakup perkembangan kecerdasan buatan, media sosial, perubahan pola belajar, persoalan karakter, hingga perundungan di lingkungan pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengapresiasi perhatian PGRI terhadap upaya pemerintah daerah menjaga kelestarian alam melalui program Sumbawa Hijau Lestari. PGRI disebut siap mendukung program tersebut dengan menyelaraskan semangat pelestarian lingkungan di sekolah.
“Sumbawa Hijau Lestari diarahkan pada tiga langkah utama, yakni melindungi kawasan hutan yang masih utuh, menyelamatkan kawasan yang mulai mengalami kerusakan, serta menanam kembali kawasan yang telah mengalami kerusakan,” terangnya.
Jarot mengajak seluruh anggota PGRI menggerakkan kegiatan penghijauan melalui penanaman pohon di lingkungan sekolah. Menurutnya, penghijauan tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi NTB, H. Yusuf, mengatakan Konker II PGRI Kabupaten Sumbawa menjadi momentum untuk mengevaluasi program tahunan sekaligus menetapkan prioritas kerja organisasi.
Ia menilai tata kelola PGRI Kabupaten Sumbawa sangat aktif dan berada di barisan terdepan dalam menjalankan berbagai kegiatan organisasi.
“Kami mendorong agar semangat Sumbawa Hijau Lestari diterjemahkan menjadi gerakan nyata di sekolah. Mengajak peserta didik menanam pohon, memilah sampah, dan bergotong royong menjaga lingkungan menjadi bagian dari pendidikan karakter,” harapnya. (01)






