SUMBAWA, Beritalima.net – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfotik Sandi) Kabupaten Sumbawa berkomitmen memaksimalkan penerapan smart city atau kota cerdas, meskipun masih menghadapi kendala keterbatasan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan kemampuan fiskal daerah.
Kepala Dinas Kominfotik Sandi Kabupaten Sumbawa, Hasanuddin, mengatakan ketersediaan infrastruktur dasar menjadi salah satu tantangan utama dalam mewujudkan pelayanan publik berbasis digital. Terlebih, pembangunan jaringan telekomunikasi membutuhkan anggaran cukup besar di tengah keterbatasan keuangan daerah.
“Infrastruktur ini butuh anggaran yang cukup besar, sementara ketersediaan fiskal daerah yang dimiliki sangat terbatas. Tapi kami berkomitmen untuk memaksimalkan keberadaan smart city,” kata Hasanuddin, Selasa (29/9/2026).
Ia menjelaskan, hingga kini masih terdapat sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan jaringan telekomunikasi atau blank spot. Kondisi tersebut berdampak terhadap pelayanan pemerintah, termasuk sekolah dan sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah terpencil yang masih kesulitan mendapatkan akses jaringan.
Karena itu, Kominfotik Sandi saat ini memprioritaskan pendataan wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi. Langkah tersebut diperlukan untuk menentukan lokasi yang membutuhkan intervensi pembangunan infrastruktur, sekaligus menyesuaikan dengan program pemerintah yang telah disiapkan untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kami saat ini masih fokus dalam pendataan wilayah yang terkendala jaringan telekomunikasi. Apalagi pemerintah juga sudah menyiapkan program khusus untuk mengintervensi masalah ini,” ujarnya.
Menurut Hasanuddin, secara umum sebagian besar wilayah Kabupaten Sumbawa telah terlayani jaringan telekomunikasi. Namun, masih ada sejumlah dusun yang menjadi perhatian, terutama wilayah yang memiliki fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan seperti puskesmas pembantu (Pustu).
Pemerintah daerah juga perlu melakukan pendataan ulang seiring rencana perubahan pola penyediaan infrastruktur telekomunikasi. Dengan demikian, intervensi dapat diarahkan pada wilayah yang benar-benar membutuhkan akses jaringan.
“Kita perlu pendataan ulang, karena ada rencana pemerintah untuk merubah pola penyiapan infrastruktur dasar di bidang telekomunikasi agar wilayah yang masih dalam kategori blank spot bisa diminimalisir,” jelasnya.
Hasanuddin menegaskan, pemerataan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu prioritas untuk mendukung kelancaran penyampaian informasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain melakukan pendataan dan koordinasi, pihaknya juga akan terus mengusulkan penambahan titik akses internet di sejumlah wilayah yang belum terjangkau. Usulan tersebut diharapkan dapat memperluas konektivitas sekaligus memperkuat penerapan smart city di Kabupaten Sumbawa.
“Kita tidak akan berhenti bekerja dan tahun depan kita akan kembali usulkan tambahan titik akses internet dengan harapan bisa terwujud,” tukasnya. (01)






