Dislutkan Sumbawa Gandeng BRIN Dalam Susun FS Pengembangan Tambak Garam

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWA, Beritalima.net – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, berencana menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penyusunan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan rencana pengembangan tambak garam. Pengembangan tambak garam menjadi proyek strategis nasional.

“Pembicaraan awal dengan BRIN terkait rencana penyusunan FS itu sudah kita lakukan. Kami juga akan kembali bertemu untuk mematangkan rencana tersebut,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, Kamis (14/5/26).

Penyusunan studi kelayakan dilakukan sebagai salah satu kelengkapan dokumen, agar rencana pengembangan tambak garam masuk dalam program strategis nasional. Saat ini, Pemkab Sumbawa sudah menyiapkan 13.000 hektar lahan untuk program tersebut, sehingga harus dilakukan kajian.

Ia melanjutkan dari 13.000 hektar lahan yang disiapkan tersebut, ada sekitar 2.500 hektar kategori Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang kini statusnya sudah dikeluarkan. Pemerintah pun sudah menyiapkan lahan pengganti atas pengalihan status lahan seluas 3.500 hektar.

“Status lahannya yang Pemerintah siapkan sudah tidak ada masalah untuk LP2B karena status tersebut sudah kita revisi di Perda RTRW yang baru termasuk lahan penggantinya juga sudah kita siapkan,” ucapnya.

Baca Juga:  Pemda Sumbawa Raih WTP Ke – 12 Kalinya

Berdasarkan kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah sudah di deliniasi lahan seluas 7.000 hektare. Untuk membuat kebijakan lebih lanjut kata dia,dibutuhkan data lebih detail lagi sehingga masih menunggu hasil studi kelayakan baik dari segi topografi maupun teknis lainnya.

“Kami berharap dari hasil FS tersebut kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih detail terkait kondisi lahan dan bisa sesuai untuk program pengembangan garam dengan tekhnologi evaporasi,” ucapnya.

Berdasarkan hasil inventarisasi awal rencana lokasi lahan tersebut, saat ini ada 180 orang pemilik dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM). Bahkan di lokasi tersebut juga sudah ada infrastruktur jalan usaha tani tinggal dilakukan penataan lebih lanjut untuk memudahkan akses.

“Jalanya sudah ada selebar 3-5 meter dan saat ini jalan tersebut digunakan oleh petani untuk membawa hasil pertanian dan perkebunan, ” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritalima.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemda Sumbawa Raih WTP Ke – 12 Kalinya
Bapperida Sumbawa Catat Pendapatan Retribusi Wilayah Rekreasi Sekitar Rp 400 Juta
Pemda Sumbawa Siapkan Proteksi Agar Pekerja Lokal jadi Prioritas di Dodo Rinti
Tim KKP Lakukan Survei Lanjutan KNPM Enam Desa di Sumbawa
Pemda Sumbawa Beri Atensi Khusus Terhadap Sedimentasi di Teluk Saleh
Pemda Sumbawa Lantik Empat Kepala OPD Baru dan Geser Puluhan Pejabat Struktural
Bapenda Sumbawa Minta Hotel Taat Pajak
Jemaah Haji Asal Sumbawa Akan Diberangkatkan Melalui Kloter 14 Embarkasi Lombok
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:20 WITA

Pemda Sumbawa Raih WTP Ke – 12 Kalinya

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:35 WITA

Bapperida Sumbawa Catat Pendapatan Retribusi Wilayah Rekreasi Sekitar Rp 400 Juta

Senin, 18 Mei 2026 - 13:04 WITA

Pemda Sumbawa Siapkan Proteksi Agar Pekerja Lokal jadi Prioritas di Dodo Rinti

Senin, 18 Mei 2026 - 13:01 WITA

Tim KKP Lakukan Survei Lanjutan KNPM Enam Desa di Sumbawa

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:02 WITA

Dislutkan Sumbawa Gandeng BRIN Dalam Susun FS Pengembangan Tambak Garam

Berita Terbaru

Olahraga

KONI Sumbawa Mulai Melaksanakan Monev ke Cabor

Selasa, 2 Jun 2026 - 19:11 WITA

Pemerintahan

Pemda Sumbawa Raih WTP Ke – 12 Kalinya

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:20 WITA

Olahraga

Pickleball Sumbawa Kini Miliki 16 Lapangan

Senin, 25 Mei 2026 - 10:02 WITA