SUMBAWA, Beritalima.net — Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan tingkat kemantapan jalan di daerah itu mencapai 80 persen dalam lima tahun masa pemerintahan Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori.
Target tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat mendampingi Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal meninjau pengerjaan ruas jalan Batu Dulang–Tepal, termasuk alih trase Pruak Brang Treng, Kamis (1/10/2026).
“Insya Allah hingga masa jabatan kami lima tahun ke depan, jalan mantap 80 persen di Kabupaten Sumbawa menjadi bagian prioritas janji Jarot–Ansori,” kata Ansori.
Menurutnya, peningkatan kemantapan jalan merupakan salah satu prioritas pemerintahan Jarot–Ansori karena infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam membuka akses dan memperkuat konektivitas antarkawasan, khususnya wilayah Sumbawa bagian selatan.
Ruas Batu Dulang–Tepal sepanjang 8,1 kilometer saat ini dikerjakan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) 2025–2026 dengan skema kontrak tahun jamak. Proyek tersebut menjadi bagian dari penanganan jaringan jalan strategis wilayah selatan Sumbawa.
Jaringan tersebut menghubungkan Batu Dulang, Lenangguar, Teladan, Orong Telu hingga Batu Rotok dengan total panjang sekitar 93 kilometer.
Ansori mengatakan pembangunan konektivitas kawasan selatan tidak berhenti pada ruas Batu Dulang–Tepal. Pemerintah akan terus mendorong keberlanjutan pembangunan hingga ruas Tepal–Batu Rotok dan Teladan–Kelawis.
Dengan terhubungnya sejumlah ruas tersebut, diharapkan jaringan jalan di kawasan lingkar selatan Sumbawa dapat semakin terkoneksi dan membuka akses masyarakat terhadap pusat-pusat pelayanan, ekonomi maupun pembangunan.
“Terima kasih Bapak Presiden Prabowo Subianto. Semoga program-program lainnya maupun Program Strategi Nasional (PSN) terus mengalir dan dapat dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Pulau Sumbawa maupun Lombok mendapat perhatian yang sama dari Pemerintah Provinsi NTB.
Iqbal juga menyampaikan komitmen pemerintah dalam merespons laporan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur. Menurutnya, pengaduan mengenai kerusakan infrastruktur akan ditindaklanjuti melalui Tim Reaksi Cepat Infrastruktur dengan target penanganan kurang dari 24 jam.
Khusus ruas Batu Dulang–Tepal, progres fisik hingga pertengahan 2026 dilaporkan telah mencapai sekitar 30 persen. Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp83 miliar tersebut ditargetkan rampung paling lambat November 2026.
Di sisi lain, tingkat kemantapan jalan Kabupaten Sumbawa menunjukkan peningkatan. Pada 2025, kemantapan jalan tercatat sekitar 50 persen dan meningkat menjadi 54,11 persen pada Juni 2026.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap dukungan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi NTB terus berlanjut untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan.
Percepatan konektivitas wilayah selatan dinilai penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mendukung mobilitas, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Sumbawa. (01)






