Dinas Damkarmat Sumbawa Perkuat Pencegahan Kebakaran Lahan

- Penulis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWA, Beritalima.net —Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa, Pipin Sakti Bitongo, S.T., M.Eng. menyampaikan pihaknya memprioritaskan penguatan pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, terutama kebakaran lahan di tengah kondisi cuaca panas dan memasuki musim tanam.

Langkah tersebut dinilai penting menyusul meningkatnya kejadian kebakaran lahan dalam beberapa hari terakhir. Petugas Damkarmat bahkan menangani sekitar tiga hingga lima kasus kebakaran lahan dalam sehari.

Pipin – akrabnya disapa mengatakan, penanganan kebakaran tidak boleh hanya berorientasi pada kecepatan petugas setelah kejadian. Upaya pencegahan harus diperkuat sejak awal dengan melibatkan masyarakat.

“Yang paling utama adalah bagaimana kita memperkuat pencegahan dan kesiapsiagaan. Petugas harus siap, masyarakat juga harus memahami langkah-langkah untuk mencegah terjadinya kebakaran,” ujarnya Selasa (6/10/26).

Menurut Pipin, memasuki musim tanam menjadi salah satu periode yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satu kebiasaan yang masih dilakukan masyarakat adalah membersihkan lahan dengan cara membakar sisa tanaman dan semak karena dianggap lebih cepat dan praktis.

Persoalannya, pembakaran yang dilakukan tanpa pengawasan dapat dengan mudah berubah menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan kering.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Api yang awalnya untuk membersihkan lahan bisa saja tidak terkendali dan merembet ke lahan lainnya,” tegasnya.

Karena itu, di awal masa tugasnya, Pipin menekankan pentingnya memperkuat koordinasi, memastikan kesiapan personel dan armada, serta memperluas edukasi kepada masyarakat hingga ke tingkat desa.

Baca Juga:  MotoGP Mandalika Jadi Ajang Promosi Kre Alang Sumbawa ke Pasar Lebih Luas SUMBAWA, Beritalima.net — Pemerintah Kabupaten Sumbawa memanfaatkan momentum penyelenggaraan MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, untuk memperkenalkan kain tenun khas daerah, Kre Alang, kepada pasar yang lebih luas, termasuk wisatawan mancanegara. Melalui satu booth promosi di kawasan sirkuit, Pemkab Sumbawa akan menampilkan Kre Alang beserta berbagai produk turunannya sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan kriya dan budaya lokal kepada pengunjung MotoGP. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dispopar) Kabupaten Sumbawa, Awaliyah Mutmainnah, mengatakan kesempatan tersebut menjadi peluang bagi produk unggulan daerah untuk memperoleh perhatian dari pengunjung berbagai daerah maupun luar negeri. “Kita hanya mendapatkan satu booth di kawasan sirkuit untuk mempromosikan produk kriya daerah. Fokus utama Kre Alang dan produk turunannya dalam pameran tersebut,” kata Awaliyah. Menurutnya, Kre Alang yang akan ditampilkan memiliki beragam motif, bahan, dan warna khas Sumbawa. Penampilan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada pengunjung mengenai kekayaan seni tenun sekaligus identitas budaya masyarakat Sumbawa. Untuk memperkuat penyampaian informasi, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa juga menggandeng seorang desainer. Kehadirannya diharapkan dapat membantu menjelaskan karakteristik Kre Alang, mulai dari filosofi motif hingga pemilihan bahan dan warna yang menjadi ciri khas kain tenun tersebut. Awaliyah menjelaskan, kesempatan memperoleh booth promosi itu berawal dari keikutsertaan Kabupaten Sumbawa dalam kegiatan Kriya Nusa di Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Jenderal Dewan Kerajinan Nasional meminta agar Sumbawa menempatkan satu booth untuk memamerkan produk kriya daerah. “Kesempatan mendapatkan booth tersebut berawal dari keikutsertaan Sumbawa dalam kegiatan Kriya Nusa di Jakarta. Sekretaris Jenderal Dewan Kerajinan Nasional meminta kita agar menempatkan satu booth untuk memamerkan produk kriya,” jelasnya. Selain Kre Alang, Pemkab Sumbawa juga akan membawa sejumlah produk unggulan lainnya, di antaranya madu Sumbawa dan susu kuda liar. Produk-produk tersebut menjadi pelengkap promosi untuk memperkenalkan potensi ekonomi lokal kepada pengunjung. Sebagai langkah lanjutan, pihaknya juga akan menyediakan kartu nama pemilik produk bagi pengunjung yang tertarik. Dengan demikian, calon pembeli dapat menghubungi pelaku usaha secara langsung untuk memperoleh informasi maupun melakukan pemesanan. Upaya ini diharapkan tidak berhenti pada pengenalan produk selama berlangsungnya MotoGP Mandalika, tetapi juga membuka peluang kerja sama dan pemasaran berkelanjutan bagi para pelaku usaha lokal. “Tidak hanya promosi kepada masyarakat luas, Kre Alang ini juga sebagai komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan pemasaran produk budaya daerah,” tegasnya. Melalui momentum tersebut, Kre Alang diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu identitas budaya Sumbawa sekaligus produk ekonomi kreatif yang memiliki peluang untuk berkembang di pasar nasional maupun internasional. (01)

Menurutnya, kecepatan respons petugas tetap penting, tetapi jauh lebih baik apabila potensi kebakaran dapat dicegah sebelum terjadi.

Pipin juga mengingatkan bahwa larangan pembakaran lahan sembarangan memiliki dasar hukum. Ketentuan tersebut antara lain diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya Pasal 69 ayat (1) huruf h.

Selain itu, ketentuan mengenai larangan pembakaran juga terdapat dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan Pasal 56 ayat (1). Sementara pengendalian kerusakan dan pencemaran lingkungan akibat kebakaran hutan dan/atau lahan diatur melalui PP Nomor 4 Tahun 2001 serta Permen LHK Nomor 32 Tahun 2016.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Sumbawa Nomor 300.2.5.6/254/DISDAMKARTAN/IV/2026 tentang antisipasi, pencegahan, serta penanggulangan bahaya kebakaran memasuki musim kemarau di Kabupaten Sumbawa tahun 2026.

Pipin menegaskan, pembakaran lahan secara sembarangan bukan hanya berpotensi menimbulkan persoalan hukum, tetapi juga dapat menyebabkan pencemaran udara, kerusakan ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, bahkan mengancam permukiman dan fasilitas umum apabila api merembet.

“Pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Jangan karena ingin cepat membersihkan lahan, kemudian api justru merembet dan menimbulkan kerugian,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritalima.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sumbawa Tinjau Calon Venue Panahan dan Pickleball untuk PON 2028
Pemda Sumbawa Siapkan GOR Mampis Rungan untuk Venue Tarung Derajat PON 2028
Pemkab Sumbawa Tekankan Pengawasan Program Strategis dan Pemberantasan Illegal Logging
Pemkab Sumbawa Perkuat UMKM dan SDM Lewat Kerja Sama Strategis
Job Fair Sumbawa Sediakan 282 Lowongan dari 19 Perusahaan
Pemkab Sumbawa Perkuat Satgas Linmas
Pemda Sumbawa Matangkan Persiapan Fasilitas Olahraga Sebagai Venue PON
Bupati Sumbawa Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Ritel Modern
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:50 WITA

Bupati Sumbawa Tinjau Calon Venue Panahan dan Pickleball untuk PON 2028

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:39 WITA

Pemda Sumbawa Siapkan GOR Mampis Rungan untuk Venue Tarung Derajat PON 2028

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:37 WITA

Pemkab Sumbawa Tekankan Pengawasan Program Strategis dan Pemberantasan Illegal Logging

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:36 WITA

Pemkab Sumbawa Perkuat UMKM dan SDM Lewat Kerja Sama Strategis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:35 WITA

Pemkab Sumbawa Perkuat Satgas Linmas

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemkab Sumbawa Perkuat UMKM dan SDM Lewat Kerja Sama Strategis

Rabu, 28 Okt 2026 - 23:36 WITA