SUMBAWA, Beritalima.net — Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Sumbawa akan menggelar kejuaraan bulutangkis Bupati Cup 2026 pada September mendatang. Turnamen terbuka tersebut tidak hanya ditargetkan menjadi ajang kompetisi dan hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi wadah pencarian bibit-bibit atlet bulutangkis potensial untuk regenerasi Sumbawa.
Ketua PBSI Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes, mengatakan kejuaraan bulutangkis Bupati Cup akan dibuka untuk peserta dari berbagai kalangan dan kelompok usia. Konsep terbuka tersebut sengaja dipilih agar bulutangkis semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi atlet potensial untuk menunjukkan kemampuan.
“Insyaallah Bupati Cup akan kami laksanakan pada bulan September. Kami sengaja melaksanakan turnamen seperti ini untuk membumikan bulutangkis dan lebih mengenalkannya kepada masyarakat. Sekaligus kami melakukan pencarian bibit untuk generasi yang akan datang,” ujar H. Berlian, Selasa (11/8/26).
Dijelaskan, kejuaraan bulutangkis Bupati Cup ini akan mempertandingkan sejumlah kategori, dengan pembagian grup hingga kategori yang dapat diikuti kalangan ibu-ibu. Tidak seperti kejuaraan antarpelajar Gubernur Cup yang sebelumnya digelar PBSI Sumbawa, turnamen kali ini tidak membatasi peserta hanya dari kalangan pelajar saja.
“Kalau kejuaraan antarpelajar kemarin khusus pelajar se-NTB. Untuk Bupati Cup ini peserta bebas. Ibu-ibu juga bisa ikut, karena kami ingin menjadikan turnamen ini bukan hanya sebagai kompetisi, tetapi juga hiburan bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Berlian, bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki basis penggemar luas di tengah masyarakat. Karena itu, semakin banyak turnamen digelar, semakin besar pula peluang untuk menemukan pemain-pemain potensial yang selama ini belum terpantau.
Tiga Emas dan Dua Perunggu Jadi Motivasi
Rencana menggelar Bupati Cup juga tidak terlepas dari capaian positif bulutangkis Sumbawa pada ajang Poprov NTB sebelumnya. Para atlet Sumbawa berhasil menyumbangkan tiga medali emas dan dua medali perunggu.
Capaian tersebut dinilai menjadi motivasi bagi PBSI untuk terus memperkuat pembinaan dan memastikan regenerasi atlet bulutangkis Sumbawa berjalan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, kemarin kita mendapatkan tiga medali emas dan dua perunggu. Ini menjadi motivasi agar keberlangsungan generasi bulutangkis Sumbawa terus meningkat,” tutur Berlian.
PBSI Sumbawa, lanjutnya, kini juga mulai melakukan pembenahan, baik dari sisi kelembagaan maupun infrastruktur. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Gedung Peragas, yang selama ini kerap digunakan untuk berbagai kegiatan dan turnamen bulutangkis.
Berlian berharap semakin seringnya Gedung Peragas digunakan sebagai lokasi pertandingan dapat membuka peluang mendapatkan perhatian lebih besar dari pemerintah daerah.
“Kalau Gedung Peragas terus kita gunakan untuk turnamen, insyaallah akan ada perhatian dari pemerintah daerah agar fasilitasnya bisa dibenahi,” ujarnya.
Untuk tahap awal, PBSI Sumbawa akan melakukan pembenahan secara bertahap. Namun, target jangka panjangnya adalah menjadikan Gedung Peragas sebagai salah satu venue yang mampu menggelar turnamen berskala regional bahkan nasional.
Bukan Sekadar Pertandingan
Berlian menegaskan, kejuaraan bulutangkis Bupati Cup bukan sekedar agenda pertandingan. Turnamen tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga yang lebih luas di Sumbawa.
Selain pembinaan atlet, kehadiran peserta dan penonton juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM.
“Harapannya Bupati Cup ini bisa menggaungkan bulutangkis sekaligus mencari bibit-bibit baru. Sesuai pesan Bupati, bagaimana turnamen dibuat semakin bagus dan tentunya memberikan dampak lainnya, termasuk menghidupkan UMKM,” katanya.
Bupati Cup awalnya direncanakan menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI pada Agustus 2026. Namun, karena padatnya agenda kegiatan selama Agustus, pelaksanaan turnamen kemudian digeser ke September.
Perubahan jadwal tersebut tidak mengurangi semangat PBSI Sumbawa. Sebaliknya, Bupati Cup diharapkan menjadi bagian dari kesinambungan agenda olahraga di daerah setelah sebelumnya PBSI sukses menggelar kejuaraan antarpelajar se-NTB.
Dengan konsep terbuka dan target pembinaan yang jelas, Bupati Cup diharapkan menjadi pintu masuk lahirnya generasi baru atlet bulutangkis Sumbawa sekaligus mengangkat kembali Gedung Peragas sebagai salah satu pusat kegiatan bulutangkis di daerah.
“Untuk sementara kami lakukan pembenahan kecil-kecilan. Ke depan, kami ingin Peragas direnovasi sehingga bisa menjadi tempat penyelenggaraan event regional bahkan nasional,” pungkas Berlian. (01)






