SUMBAWA, Beritalima.net — Menjawab tantangan penurunan minat baca di kalangan pelajar belakangan ini, SMP Negeri 3 Sumbawa Besar meluncurkan berbagai program inovatif guna membangkitkan kembali budaya literasi di lingkungan sekolah.
Melalui perancangan kurikulum terpadu, pihak sekolah menghadirkan beragam pembiasaan harian, mulai dari program membaca 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM), kunjungan perpustakaan harian secara bergiliran untuk tiap kelas, hingga penyediaan buku-buku yang menarik perhatian siswa.
Tak hanya mengandalkan gedung perpustakaan utama, SMPN 3 Sumbawa Besar kini tengah mengembangkan konsep “Pojok Literasi” di setiap area depan kelas.
“Kami ingin ke mana pun anak berjalan di lingkungan sekolah, yang mereka lihat adalah buku. Harapannya, hal itu memicu rasa penasaran mereka terhadap isi buku sehingga tumbuh motivasi serta dorongan untuk membaca,” ungkap Kepala Sekolah SMPN 3 Sumbawa Besar Andriani, S.Pd., M.Pd kepada wartawan, Kamis (10/9/26).

Menurutnya, literasi bukan sekadar mengejar nilai akademik semata, melainkan membentuk kecakapan hidup (life skill) sebagai bekal siswa di masa depan, baik sebagai calon pemimpin maupun pribadi yang mandiri.
Usung Jargon “Spengga Lestari”
Komitmen ini dipertegas dengan peluncuran jargon terbaru SMPN 3 Sumbawa Besar tahun ini, yaitu “Spengga Lestari”. Jargon ini merupakan komitmen sekolah untuk mewujudkan penguatan literasi, numerasi, ekosistem sehat, serta membentuk siswa berkarakter di dalam lingkungan yang Aman, Ramah, dan Indah.
Edukasi Literasi Digital dan ‘Bijak Bermedia’
Menghadapi pesatnya perkembangan teknologi dan maraknya penggunaan gawai di kalangan anak-anak, SMPN 3 Sumbawa Besar juga secara rutin memberikan edukasi literasi digital melalui program “Bijak Bermedia”. Program ini bertujuan membekali para siswa agar mampu memanfaatkan media digital secara positif serta membentengi diri dari paparan konten-konten negatif. (01)






