SUMBAWA, Beritalima.net – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa melaksanakan kegiatan tes pengukuran fisik kedua bagi para atlet yang akan bertanding pada Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) NTB 2026. Kegiatan dipusatkan di Padepokan Beladiri GOR Sumbawa dan dijadwalkan secara bertahap mulai tanggal 2 hingga 11 Februari 2026.
Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq, mengatakan pelaksanaan tes dan pengukuran fisik atlet merupakan bagian penting dari sistem pembinaan olahraga yang terencana dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, KONI Sumbawa ingin memperoleh data akurat terkait kondisi fisik atlet dari masing-masing cabang olahraga.
“Pengukuran fisik ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana kesiapan atlet kita. Data yang dihasilkan nantinya menjadi dasar evaluasi bagi KONI dan pelatih dalam menyusun program latihan yang lebih tepat sasaran,” ujar Abdul Rafiq.
Pelaksanaan tes dimulai pada Senin, 2 Februari 2026, dengan melibatkan cabang olahraga Sepak Bola, Gate Ball, PTMSI, dan Pelti. Kemudian di hari selanjutnya melibatkan puluhan cabang olahraga lain seperti Perbasi, Senam, Bermotor, Bridge, PBVSI, Tae Kwon Do, Kick Boxing, Percasi, Sepak Takraw, IBCA MMA, ISSI, Perserosi, Futsal, Tarung Derajat, Perkemi, Muay Thai, PASI, POBSI, PDBI, FORKI, ESport, IPSI, Perbakin, Pickle Ball, PBSI, Aquatic, Perpani, Pertina, Wushu, hingga FPTI.
Seluruh cabang olahraga dijadwalkan mengikuti tes sesuai waktu yang telah ditentukan, mulai dari pagi hingga sore hari. Penjadwalan ini disusun untuk memastikan proses pengukuran berjalan tertib, efektif, dan tidak mengganggu aktivitas latihan rutin para atlet.
Rafiq menegaskan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengukur kemampuan fisik semata, tetapi juga sebagai langkah awal dalam mempersiapkan atlet menghadapi berbagai agenda kejuaraan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kita ingin pembinaan atlet di Sumbawa berbasis data. Dengan mengetahui kekuatan dan kelemahan fisik atlet, pelatih bisa menyusun program latihan yang lebih terukur dan berorientasi prestasi,” jelasnya.
Selain itu, hasil tes dan pengukuran fisik ini juga akan menjadi bahan pertimbangan KONI dalam melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap proses pembinaan di masing-masing cabang olahraga. KONI Sumbawa berharap, melalui langkah ini, kualitas dan daya saing atlet daerah dapat terus meningkat.
Kegiatan tes dan pengukuran fisik atlet ini mendapat respons positif dari cabang olahraga yang ada, karena dinilai mampu memberikan gambaran objektif mengenai kondisi atlet serta menjadi motivasi untuk meningkatkan disiplin dan kualitas latihan.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, KONI Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan prestasi olahraga daerah melalui pembinaan yang terarah, terukur, dan berkesinambungan. (01)






