SUMBAWA, Beritalima.net – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa mulai melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ke berbagai Cabang Olahraga (Cabor), pada Selasa (2/6/26). Monev ini dilakukan guna mengecek kesiapan atlet, program latihan, serta memproyeksikan potensi prestasi dalam ajang Porprov NTB 2026.
Monev berlangsung selama 22 hari, hingga 23 Juni 2026 mendatang. Di hari pertama, KONI Sumbawa mengunjungi Cabor Bulu Tangkis dan Bola Basket di Stadion Pragas.
“Dalam Monev ini, KONI Sumbawa ingin memastikan atlet dan pelatih menjalankan porsi latihan dengan intensitas maksimal sesuai standar. Kemudian mengidentifikasi masalah fasilitas, peralatan, atau kendala teknis yang dihadapi setiap cabor. Termasuk menetapkan target perolehan medali dan memproyeksikan atlet-atlet potensial di Poprov NTB 2026,” ungkap Ketua KONI Sumbawa, Abdul Rafiq kepada wartawan.
Diungkapkan Rafiq – akrabnya disapa, pihaknya telah membagi tim monev yang nantinya akan bertanggung jawab dalam pengawasan di masing-masing cabor.

Sementara itu, Monev pertama ini dikomandani oleh Kabid Humas Sumbawa, Abet Kamarauddin didampingi anggota Binpres dan Humas.
Dikatakan Abet, Monev dilaksanakan setelah sebelumnya KONI Sumbawa selesai melakukan pramonev pada bulan lalu.
“Di monev ini kami ingin melihat peningkatan progres dari pola latihan dan kesiapan atlet. Harapannya agar Poprov yang diikuti nantinya dapat maksimal,” jelasnya.
Dalam monev ini, Tim Binpres KONI Sumbawa juga mengingatkan agar pelatih tidak over dalam menjadwalkan latihan, terutama pada latihan berat. Hal ini agar atlet terhindar dari cedera.
Sementara itu, Sekretaris PBSI Sumbawa, Dadang Mareta Ardian mengatakan, dari 12 atlet bulu tangkis yang ada, selain di Sumbawa sebagian ada yang mengikuti pemusatan latihan di Mataram, Jakarta dan Semarang.
“Kami sudah merancang satu program yang efektif menjelang Poprov ini. Fokus kita latihan strategi dalam pertandingan,” ujarnya.
Demikian pula dengan cabor bola basket. Dimana pelatih Perbasi, Wawan menerangkan, bagi atlet yang berada di Mataram tetap dipantau latihannya melalui video.
“Kendala untuk saat ini semua atlet belum bisa melakukan latihan secara bersamaan karena masih adanya kegiatan,” tandasnya. (01)






