SUMBAWA, Beritalima.net – Universitas Samawa (UNSA) terus mematangkan rencana pendirian Program Studi Kedokteran pada Fakultas Kesehatan. Sebagai langkah awal, Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., menyerahkan dokumen Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan pendirian program studi tersebut kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhammad Iqbal, di Mataram.
Penyerahan dokumen ini menjadi bagian penting dari tahapan persiapan pendirian Prodi Kedokteran UNSA. Langkah tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi serta pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Gubernur NTB menyambut baik inisiatif UNSA, yang merupakan salah satu perguruan tinggi tertua di Pulau Sumbawa. Kehadiran Prodi Kedokteran diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan kedokteran sekaligus mendukung peningkatan ketersediaan tenaga kesehatan di NTB, khususnya Kabupaten Sumbawa dan wilayah sekitarnya.
Gubernur juga meminta agar proses persiapan tersebut segera ditindaklanjuti, terutama terkait penyiapan surat izin dan rekomendasi gubernur sebagai bagian dari persyaratan administratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi UNSA untuk melanjutkan tahapan pengusulan secara terencana dan terkoordinasi, dengan tetap memenuhi seluruh ketentuan yang dipersyaratkan.
Sementara itu, Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., menyampaikan bahwa tim UNSA telah berupaya menyiapkan dokumen studi kelayakan sebagai landasan awal pengusulan pendirian Prodi Kedokteran.
Menurutnya, persiapan ini merupakan bagian dari komitmen UNSA untuk terus meningkatkan mutu kelembagaan, memperluas kontribusi bagi masyarakat, serta mengembangkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Rektor juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur NTB atas dukungan dan perhatian terhadap rencana pengembangan UNSA. Apresiasi turut disampaikan kepada Nurdin Ranggabrani beserta seluruh tim yang telah berkontribusi, serta Pemerintah Kabupaten Sumbawa yang telah memfasilitasi penyusunan dokumen studi kelayakan tersebut.
Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Aryaningsih, Ph.D. Kehadiran Bapperida diharapkan dapat memperkuat koordinasi perencanaan pembangunan daerah, terutama dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi di bidang kesehatan.
Melalui koordinasi tersebut, UNSA berharap sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa semakin kuat sehingga rencana pendirian Prodi Kedokteran dapat berlanjut ke tahapan berikutnya sesuai regulasi.
Apabila terealisasi, program studi ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi UNSA dalam memperluas kesempatan pendidikan kedokteran, memperkuat pengembangan sumber daya manusia, serta mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di NTB. (01)






