SUMBAWA, Beritalima.net — Sebanyak 24 sekolah dasar (SD) dipastikan ambil bagian dalam Diponegoro Cup IV Tahun 2026, turnamen sepak bola usia di bawah 12 tahun (U12) yang akan digelar mulai 2 September 2026 di Lapangan Diponegoro Sumbawa.
Turnamen yang digagas SD Diponegoro Sumbawa ini menjadi wadah bagi siswa usia dini untuk menyalurkan minat dan bakat sepak bola sekaligus mendapatkan kesempatan bertanding dalam kompetisi yang sehat dan sportif.
Ketua Panitia Diponegoro Cup IV 2026, Constantianus Harto Mansup, didampingi bagian pertandingan Markus Angel Lestari, mengatakan kegiatan tersebut pada awalnya digagas oleh para guru olahraga di Kecamatan Sumbawa karena melihat masih terbatasnya turnamen sepak bola khusus anak-anak SD, terutama kelompok usia U12.
“Tujuan awalnya bagaimana teman-teman guru olahraga se-Kecamatan Sumbawa bisa berkumpul. Kami melihat kegiatan untuk anak-anak SD masih kurang, sehingga teman-teman punya inisiatif membuat kegiatan ini,” kata Tomi – akrabnya disapa.
Menurutnya, para guru olahraga kemudian meminta SD Diponegoro Sumbawa menjadi tuan rumah. Usulan tersebut disampaikan kepada yayasan dan kepala sekolah hingga akhirnya mendapat persetujuan.
“Setelah kami sampaikan kepada yayasan dan kepala sekolah, alhamdulillah disambut baik dan disetujui. Jadi tujuannya juga untuk persahabatan bersama guru olahraga dan menyalurkan hobi anak-anak SD, khususnya usia 12 tahun,” ujarnya.
Tomi menjelaskan, Diponegoro Cup merupakan agenda rutin SD Diponegoro Sumbawa yang dilaksanakan dengan sepengetahuan dan dukungan yayasan.
Tahun 2026 seharusnya menjadi pelaksanaan kelima. Namun, turnamen pada 2025 terpaksa dibatalkan karena padatnya kegiatan yang dilaksanakan oleh yayasan.
“Seharusnya ini yang kelima, tetapi tahun 2025 kami batalkan karena banyak kegiatan dari yayasan sehingga tidak terlaksana,” jelasnya.
Untuk pelaksanaan tahun ini, panitia sebelumnya menargetkan 32 sekolah ikut ambil bagian. Namun, sejumlah sekolah mengundurkan diri sehingga jumlah peserta menjadi 24 sekolah.
Selain sekolah dari Kecamatan Sumbawa, turnamen juga memberikan kesempatan kepada sekolah dari Kecamatan Labuhan Badas dan Kecamatan Unter Iwes untuk ikut berpartisipasi.
“Awalnya memang untuk sekolah dasar di Kecamatan Sumbawa. Tetapi teman-teman dari sekolah di Kecamatan Labuhan Badas dan Unter Iwes meminta juga ada keterwakilan. Mulai pelaksanaan kedua kami mengundang beberapa sekolah dari kecamatan tersebut,” ungkapnya.
Meski demikian, sebagian besar peserta Diponegoro Cup tetap berasal dari sekolah dasar yang berada di Kecamatan Sumbawa.
Menurut Cinstantianus, salah satu alasan utama turnamen ini terus dipertahankan adalah masih minimnya kompetisi sepak bola untuk kelompok usia U12.
“Kami melihat turnamen U12 ini cukup kurang. Maka kami mencoba menjadi wadah anak-anak untuk bermain dan melihat bakat anak-anak yang masih junior,” katanya.
Ia berharap Diponegoro Cup tidak hanya menjadi ajang mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter dan pengembangan kemampuan anak melalui olahraga.
Melalui pertandingan tersebut, anak-anak diharapkan mendapatkan pengalaman berkompetisi, membangun sportivitas, disiplin, kerja sama tim, serta kepercayaan diri sejak usia dini.
Selain menjadi wadah bagi pemain muda, kegiatan ini juga diharapkan mempererat silaturahmi antarguru olahraga dari berbagai sekolah.
Dengan dukungan yayasan dan pihak sekolah, Diponegoro Cup IV 2026 diharapkan dapat terus menjadi agenda rutin sekaligus salah satu wadah pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Sumbawa. (01)






