Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan KKA, SDN 1 Sumbawa Siap Tularkan Praktik Baik

- Penulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWA, Beritalima.net – SDN 1 Sumbawa ditunjuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai salah satu sekolah model Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Penunjukan tersebut didukung capaian akreditasi A, prestasi sekolah, serta perkembangan rapor pendidikan yang menjadi bagian dari evaluasi kualitas satuan pendidikan.

Kepala SDN 1 Sumbawa, Nurhayati, mengatakan penunjukan sebagai sekolah model tidak terlepas dari sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk capaian akreditasi dan rekam jejak sekolah dalam memperoleh BOS Kinerja selama dua tahun berturut-turut.

“Untuk mendapatkan penunjukan langsung dari kementerian sebagai sekolah model, tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya nilai akreditasi sekolah harus A, kemudian sekolah kami dua tahun berturut-turut mendapatkan BOS Kinerja, baik berdasarkan prestasi maupun kemajuan terbaik. Perkembangan nilai rapor pendidikan dari tahun ke tahun juga menjadi perhatian,” jelas Nurhayati, Rabu (14/10/26).

Ia mengatakan, melalui capaian tersebut, SDN 1 Sumbawa mendapatkan pembekalan mengenai Pembelajaran Mendalam dan KKA untuk kemudian diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

Menurutnya, Pembelajaran Mendalam dan KKA bukanlah kurikulum baru, melainkan pendekatan yang membantu guru merancang proses pembelajaran agar lebih bermakna, sesuai kebutuhan peserta didik, serta mendorong keterlibatan aktif siswa di kelas.

Dalam penerapannya, guru diharapkan mampu mengintegrasikan prinsip-prinsip Pembelajaran Mendalam ke dalam perencanaan dan praktik pembelajaran sesuai panduan yang ditetapkan kementerian.

Sementara untuk KKA, Nurhayati menjelaskan penerapannya disesuaikan dengan fase dan jenjang peserta didik. Pada fase C, yakni kelas V dan VI, KKA dapat diberikan sebagai pembelajaran tersendiri sesuai ketentuan yang berlaku. Adapun pada fase A dan B, pengenalan konsep dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana yang sesuai dengan usia anak, tanpa harus selalu bergantung pada perangkat komputer atau laptop.

Misalnya, melalui pengenalan pola bilangan, aktivitas mewarnai, dan kegiatan lain yang melatih kemampuan berpikir logis serta pemecahan masalah.

“Intinya, bagaimana pendekatan ini benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran. Untuk kelas bawah, pengenalan KKA bisa dilakukan melalui kegiatan sederhana yang sesuai dengan perkembangan anak. Tidak harus selalu menggunakan laptop atau komputer,” ujarnya.

Nurhayati menegaskan, status sekolah model bukan hanya menjadi pencapaian bagi SDN 1 Sumbawa, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk berbagi pengetahuan dan praktik baik kepada sekolah lain.

Baca Juga:  Dukungan Masyarakat Kian Masif, Sekolah Hijau Lestari Tumbuh di Sumbawa

Karena itu, melalui koordinasi dengan Korwil Pendidikan Kecamatan Sumbawa dan Dikbud Kabupaten Sumbawa, pengimbasan Pembelajaran Mendalam dan KKA mulai dilakukan kepada guru-guru di wilayah Gugus 1 Kecamatan Sumbawa.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung di SDN 1 Sumbawa, Rabu (14/10/2026), menjadi bagian dari upaya tersebut. Sebanyak perwakilan dari 10 sekolah mengikuti kegiatan yang dirancang dalam enam siklus, baik secara luring maupun daring.

 

Suasana Pemberian Materi Pembelajaran Mendalam dan KKA oleh Fasilitator SDN 1 Sumbawa – Vinda Utami Wulandari

Sementara itu, fasilitator SDN 1 Sumbawa, Vinda Utami Wulandari, menjelaskan materi pelatihan mengacu pada bahan yang diberikan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK). Dalam kegiatan ini, fasilitator berperan mendampingi guru agar memahami sekaligus mampu mengimplementasikan Pembelajaran Mendalam dan KKA di satuan pendidikan.

Menurut Vinda, keberhasilan pelatihan tidak diukur hanya dari pemahaman peserta selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dari penerapan nyata ketika mereka kembali mengajar di sekolah masing-masing.

“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja. Ketika bapak dan ibu guru kembali ke satuan pendidikan masing-masing, materi yang diperoleh bukan hanya menjadi konsep, tetapi benar-benar diterapkan di kelas,” jelasnya.

Ia menambahkan, peserta yang mengikuti pelatihan akan memperoleh sertifikat Pembelajaran Mendalam dan KKA yang dapat menjadi salah satu dasar dalam mendukung kegiatan pengimbasan kepada rekan sejawat sesuai ketentuan program.

Vinda menegaskan, SDN 1 Sumbawa terbuka bagi sekolah lain yang ingin belajar dan berbagi pengalaman dalam penerapan pembelajaran inovatif.

Menurutnya, predikat sekolah model tidak berarti sebuah sekolah berhenti belajar atau merasa paling unggul. Sebaliknya, status tersebut menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat praktik baik bersama satuan pendidikan lainnya.

“Kami di SDN 1 Sumbawa sangat terbuka untuk berbagi ilmu dan praktik baik. Namun, kami juga ingin belajar dari sekolah lain. Menjadi sekolah model bukan berarti kami tidak perlu belajar lagi, karena pada dasarnya kita semua bisa saling berbagi dan berkembang bersama,” ungkapnya.

Melalui kegiatan pelatihan dan pengimbasan tersebut, diharapkan penerapan Pembelajaran Mendalam dan KKA semakin meluas di sekolah-sekolah wilayah Kecamatan Sumbawa. Dengan demikian, transformasi pembelajaran tidak hanya bergantung pada kesiapan satu sekolah, tetapi dapat berkembang melalui kolaborasi dan peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritalima.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sakota Cup 2026 Resmi Bergulir, 32 Tim SD/MI Perebutkan Prestasi Sepak Bola
Dikbud Sumbawa Perkuat Sekolah Hijau Lestari, Pengawas Sekolah Dilibatkan
Dukungan Masyarakat Kian Masif, Sekolah Hijau Lestari Tumbuh di Sumbawa
UNSA Serahkan Studi Kelayakan Prodi Kedokteran ke Gubernur NTB
Perdana Digelar, Turnamen Sepakbola “Korwil Sakota Cup 2026” Siap Semarakkan HUT PGRI ke – 81 Tahun
Pembelajaran Mendalam dan KKA Mulai Diimplementasikan
UNSA Buka Ruang Akademik, Sejarah Cek Bocek Diuji Lewat Perdebatan Ilmiah
Dikbud Sumbawa Catat Prestasi, SD Tunas Daud Unggul Juara I Regional 7 dan Lima SD jadi Duta NTB
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:49 WITA

Sakota Cup 2026 Resmi Bergulir, 32 Tim SD/MI Perebutkan Prestasi Sepak Bola

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:01 WITA

Dikbud Sumbawa Perkuat Sekolah Hijau Lestari, Pengawas Sekolah Dilibatkan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:56 WITA

Dukungan Masyarakat Kian Masif, Sekolah Hijau Lestari Tumbuh di Sumbawa

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:45 WITA

UNSA Serahkan Studi Kelayakan Prodi Kedokteran ke Gubernur NTB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:08 WITA

Perdana Digelar, Turnamen Sepakbola “Korwil Sakota Cup 2026” Siap Semarakkan HUT PGRI ke – 81 Tahun

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemkab Sumbawa Perkuat UMKM dan SDM Lewat Kerja Sama Strategis

Rabu, 28 Okt 2026 - 23:36 WITA