SUMBAWA, Beritalima.net – Gerakan Sekolah Hijau Lestari yang Unggul di Kabupaten Sumbawa semakin berkembang. Dukungan masyarakat terhadap program tersebut terlihat dari keterlibatan langsung dalam penyiapan lahan kebun sekolah, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen yang melibatkan pihak sekolah dan masyarakat.
Gerakan ini menjadi wujud kolaborasi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, resik, dan indah (ASRI). Selain memperindah lingkungan, program tersebut juga diarahkan untuk menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang nyaman dan menyenangkan, sekaligus menanamkan karakter peduli lingkungan kepada para siswa.

Sejumlah sekolah telah menunjukkan perkembangan positif dalam pelaksanaan program tersebut. Di SDN Selang, penyiapan lahan kebun sekolah mendapat bantuan secara langsung dari jajaran ABRI.
Sementara itu, SDN Rhee Beru menggerakkan pihak sekolah bersama masyarakat untuk memperindah lingkungan sekolah agar menjadi lebih ASRI, meskipun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Di SDN Samri, Kecamatan Moyo Hilir, lahan yang sebelumnya tidak produktif kini dimanfaatkan menjadi kebun hijau yang edukatif. Kegiatan tersebut melibatkan para siswa agar mereka dapat belajar secara langsung mengenai pemanfaatan lahan dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Pelaksanaan program serupa juga berlangsung di SDN 2 Pelat, SDN Tepal di Kecamatan Batu Lanteh, SDN 1 Lopok, SDN Uma Beringin di Kecamatan Unter Iwes, SDN Batu Bulan, SDN Rhee Loka, SDN Boak Dalam, SDN 2 Sebasang, serta berbagai sekolah lainnya di Kabupaten Sumbawa.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa gerakan penghijauan sekolah tidak hanya mengandalkan inisiatif satuan pendidikan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat untuk membangun rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.Ip., M.Si., didampingi Kepala Bidang Sekolah Dasar, M. Husnul Alwan, S.Ag., M.M.Inov., mengapresiasi antusiasme satuan pendidikan dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
Budi berharap, Sekolah Hijau Lestari yang Unggul tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi dapat berjalan secara konsisten dan berkesinambungan.
“Pelibatan siswa secara aktif dalam program ini sangat penting untuk pembinaan karakter yang berwawasan lingkungan. Dukungan masyarakat juga sangat diperlukan guna memupuk rasa memiliki dan tanggung jawab bersama demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkap Kadis.

Menurutnya, dukungan masyarakat yang semakin kuat menjadi sinyal positif bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Karena itu, sinergi antara sekolah, masyarakat, dan pemerintah perlu terus diperkuat agar program tersebut memberikan manfaat jangka panjang.
Program Sekolah Hijau Lestari yang Unggul juga merupakan bentuk dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa terhadap Gerakan Indonesia ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Gerakan ini melanjutkan program Sekolah Hijau Lestari yang sebelumnya diluncurkan Bupati Sumbawa di SDN 2 Karang Jati. Selanjutnya, pencanangan Gerakan Indonesia ASRI menuju Sekolah Hijau Lestari dilakukan oleh Bunda Literasi Kabupaten Sumbawa di SDN 1 Penyaring.
Melalui gerakan tersebut, sekolah diharapkan mampu membangun lingkungan yang tidak hanya bersih dan indah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter siswa.
Dukungan masyarakat yang terus tumbuh diharapkan menjadi modal penting bagi keberlanjutan program, sehingga budaya menjaga kebersihan, menanam, dan merawat lingkungan dapat diterapkan oleh siswa, guru, serta masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. (01)






