SUMBAWA, Beritalima.net – Sekitar 25 tahun setelah meninggalkan bangku sekolah, Alumni SMP Negeri 1 Sumbawa Angkatan 2001 kembali berkumpul dalam suasana penuh kehangatan dan nostalgia. Temu alumni yang digelar Sabtu (3/10/2026) tersebut menjadi momentum untuk mempererat kembali tali silaturahmi sekaligus mengenang masa-masa indah saat mengenakan seragam putih-biru.
Mengusung tema lokal “Saling Satutu, Saling Sakiki”, kegiatan tersebut berlangsung meriah dan penuh kekeluargaan. Para alumni dari berbagai kelas hadir untuk menyambung kembali persaudaraan yang sempat terpisah selama bertahun-tahun sejak menamatkan pendidikan di SMPN 1 Sumbawa pada 2001.
Tidak hanya menjadi ajang temu kangen, kegiatan tersebut juga diisi dengan berbagai aktivitas yang melibatkan pihak sekolah dan para siswa. Sejumlah guru serta ratusan siswa SMPN 1 Sumbawa turut hadir dan berinteraksi langsung dengan para alumni.
Para siswa juga mendapatkan souvenir dari alumni. Dalam kesempatan tersebut, perwakilan alumni memberikan motivasi kepada siswa agar senantiasa menjaga persahabatan dan hubungan baik dengan teman-teman sekolah.
“Jangan lupa untuk tetap menjaga silaturahmi kita dengan teman sekelas, bila perlu satu sekolah. Agar kalian bisa melaksanakan kegiatan serupa dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah,” tutur perwakilan Alumni SMPN 1 Sumbawa Angkatan 2001, Sukarman Jayadi.
Kepedulian alumni terhadap almamater juga diwujudkan melalui penyerahan bantuan anggaran sebesar Rp10 juta kepada pihak SMPN 1 Sumbawa. Bantuan tersebut berasal dari sumbangan sukarela yang dihimpun dari para alumni Angkatan 2001.
Bantuan tersebut rencananya akan dimanfaatkan pihak sekolah untuk membangun ruang podcast sekolah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan komunikasi, serta pengetahuan di bidang produksi konten.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan workshop film pendek yang diikuti sekitar 50 siswa SMPN 1 Sumbawa. Workshop tersebut dipandu oleh salah satu alumni Angkatan 2001, Reny Suci, yang memberikan pengalaman dan wawasan kepada para siswa mengenai proses pembuatan film pendek.
Nuansa nostalgia semakin terasa ketika para alumni berkeliling ke sejumlah sudut sekolah. Mereka mengunjungi ruang-ruang kelas, kantin, mushala, hingga lokasi lain yang menyimpan berbagai kenangan selama masih menjadi siswa SMPN 1 Sumbawa.
Berbagai sudut sekolah seolah membawa para alumni kembali ke masa lalu, ketika mereka masih mengenakan seragam putih-biru dan menjalani rutinitas sebagai pelajar.
Kemeriahan kemudian berlanjut dengan kegiatan berkeliling Kota Sumbawa menggunakan bemo kuning. Bagi para alumni, perjalanan tersebut menjadi bagian dari nostalgia terhadap moda transportasi yang dahulu akrab digunakan untuk aktivitas sehari-hari, termasuk perjalanan pulang dan pergi sekolah.
Kegiatan temu alumni ini tidak hanya menjadi ajang bernostalgia, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan kepedulian terhadap almamater dan generasi penerus SMPN 1 Sumbawa.
Kepala SMPN 1 Sumbawa, Wisnu Pujanadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Alumni Angkatan 2001 yang telah menyempatkan waktu untuk kembali hadir di sekolah serta memberikan kontribusi nyata.
Menurutnya, bantuan yang diberikan alumni akan memberikan manfaat bagi pengembangan kegiatan siswa, khususnya melalui pembangunan ruang podcast sekolah.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Alumni SMPN 1 Sumbawa Angkatan 2001 atas perhatian dan kepeduliannya terhadap sekolah,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan temu alumni tidak berhenti sebagai ajang mengenang masa lalu, tetapi dapat terus menjadi jembatan kolaborasi antara alumni dan sekolah dalam mendukung pengembangan potensi siswa.
Pertemuan setelah seperempat abad tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar reuni. Di balik tawa, cerita lama, kunjungan ke ruang kelas, hingga perjalanan dengan bemo kuning, tersimpan pesan bahwa waktu boleh berlalu, tetapi persahabatan dan ikatan dengan almamater tetap dapat dirawat.
“Saling Satutu, Saling Sakiki” pun menjadi pesan utama dari pertemuan tersebut: saling menguatkan, saling menjaga, dan terus merawat persaudaraan meski telah dipisahkan oleh jarak dan perjalanan waktu. (01)






