UNSA Buka Ruang Akademik, Sejarah Cek Bocek Diuji Lewat Perdebatan Ilmiah

- Penulis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWA, Beritalima.net— Universitas Samawa (UNSA) membuka ruang akademik untuk mengkaji secara kritis sejarah dan keberadaan masyarakat adat Cek Bocek. Melalui diseminasi hasil riset BRIN, UNSA mempertemukan akademisi dengan berbagai pandangan untuk menguji dan mendiskusikan sejarah, kebudayaan serta identitas masyarakat Samawa.

Kegiatan diseminasi tersebut digelar di Aula UNSA, Kamis (8/10/2026), dengan menghadirkan sejumlah akademisi sebagai pemantik diskusi. Mereka antara lain Rusli Cahyadi P. HDY dari BRIN, Prof. H. Iwan Kasadi, P.Hd., Ketua STKIP Paracendikia NW Sumbawa, serta Dr. Burhanuddin, M.Hum., akademisi dan peneliti UNRAM. Diskusi dimoderatori Dr. Enra Syaifuddin, S.H., M.H., advokat sekaligus akademisi UNSA.

Wakil Rektor II UNSA Muhammad Yamin, S.E., M.Si., yang mewakili Rektor UNSA Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut sengaja dirancang untuk membuka ruang perdebatan akademik, termasuk mempertemukan pandangan yang berbeda mengenai hasil riset tentang Cek Bocek.

Menurutnya, dua akademisi yang memiliki pandangan berbeda dan sebelumnya telah dikomunikasikan untuk menjadi pemantik diskusi berhalangan hadir karena memiliki agenda lain yang bersamaan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat UNSA untuk menjadikan forum sebagai ruang diskusi yang terbuka dan dinamis.

“Kami sangat berharap dari diseminasi ini lahir banyak perdebatan akademik dari dua bagian yang memiliki pandangan berbeda tentang Cek Bocek,” ujarnya.

Muhammad Yamin menegaskan, perbedaan pandangan merupakan bagian penting dalam tradisi akademik. Sejarah, kata dia, tidak semestinya diterima begitu saja tanpa kajian, pertanyaan dan kritik.

“Bangsa yang tidak bisa membaca sejarahnya sendiri akan kehilangan arah. Masyarakat yang tidak mengenal masa lalunya akan sulit memahami jati dirinya. Generasi yang tidak belajar dari perjalanan masa lalu akan mudah mengulang kesalahan yang sama,” katanya.

Menurutnya, sejarah harus terus dibaca dan dikaji dari satu generasi ke generasi berikutnya. Setiap generasi perlu memiliki ruang untuk membaca, mempertanyakan, mengkritisi serta menghubungkan sejarah dengan realitas pada zamannya.

Ia mengingatkan agar sejarah tidak dibangun dari narasi yang muncul secara tiba-tiba, kemudian terus dikampanyekan hingga membentuk apa yang disebutnya sebagai “efek kebenaran ilusif”.

Baca Juga:  Dorong Pembelajaran Lebih Interaktif, Dikbud Sumbawa Latih Guru Gunakan Papan Digital

“Sejarah harus terus hidup dan dikaji. Jangan sampai sesuatu yang belum teruji kemudian terus disampaikan berulang-ulang hingga dianggap sebagai sebuah kebenaran,” ujarnya.

Dalam konteks sejarah Sumbawa, Muhammad Yamin menyinggung kajian John Ernst Jasper mengenai Pulau Sumbawa dan penduduknya pada 1907.

Dalam catatan tersebut, disebutkan tidak terdapat komunitas masyarakat yang berada di luar kekuasaan Kesultanan Sumbawa. Pada masa itu, Kesultanan Sumbawa telah membagi wilayah pemerintahan yang dibantu sejumlah pejabat tinggi kerajaan.

Salah satunya adalah Datu Ranga yang memiliki wilayah kekuasaan meliputi Empang, Plampang, Utan, Alas, Mapin, Soeri, Selesek, Garantah hingga Dodo di bagian selatan.

“Kalau tiba-tiba ada persepsi baru tentang penggalan sejarah Sumbawa, itulah yang harus kita kaji secara akademik, bukan diterima begitu saja,” tegasnya.

Karena itu, UNSA berharap diseminasi tersebut tidak berhenti sebagai forum sehari. Perguruan tinggi tersebut ingin mendorong lahirnya lebih banyak penelitian mengenai sejarah dan kebudayaan Samawa sekaligus memperluas ruang akademik yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan pengalaman masyarakat.

“UNSA bukan hanya tempat pengetahuan diproduksi, tetapi juga tempat sejarah Sumbawa dibaca, kebudayaan dirawat dan masa depan Sumbawa dirancang,” katanya.

Ia menegaskan Sumbawa tidak semata-mata menjadi objek penelitian. Sumbawa merupakan rumah bersama yang harus dipahami sejarahnya, dirawat identitasnya dan dipersiapkan masa depannya.

“Rumah yang baik bukan hanya rumah yang kita tinggali, tetapi rumah yang kita pahami sejarahnya, kita rawat identitasnya dan kita siapkan masa depannya,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, UNSA juga menyampaikan apresiasi kepada tim peneliti BRIN dan para pemantik yang telah berkontribusi dalam diseminasi.

UNSA turut mengundang berbagai pihak yang memiliki kepentingan langsung dengan substansi riset, baik dari masyarakat adat maupun kalangan akademisi yang memiliki pandangan berbeda terhadap hasil penelitian.

Forum tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun tradisi akademik yang sehat, terbuka dan kritis dalam membaca sejarah Sumbawa, sekaligus memperkuat kajian mengenai kebudayaan Samawa. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritalima.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sakota Cup 2026 Resmi Bergulir, 32 Tim SD/MI Perebutkan Prestasi Sepak Bola
Dikbud Sumbawa Perkuat Sekolah Hijau Lestari, Pengawas Sekolah Dilibatkan
Dukungan Masyarakat Kian Masif, Sekolah Hijau Lestari Tumbuh di Sumbawa
UNSA Serahkan Studi Kelayakan Prodi Kedokteran ke Gubernur NTB
Perdana Digelar, Turnamen Sepakbola “Korwil Sakota Cup 2026” Siap Semarakkan HUT PGRI ke – 81 Tahun
Jadi Sekolah Model Pembelajaran Mendalam dan KKA, SDN 1 Sumbawa Siap Tularkan Praktik Baik
Pembelajaran Mendalam dan KKA Mulai Diimplementasikan
Bupati Sumbawa: Pengakuan Masyarakat Adat Sumbawa Harus Berbasis Riset Ilmiah
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:49 WITA

Sakota Cup 2026 Resmi Bergulir, 32 Tim SD/MI Perebutkan Prestasi Sepak Bola

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:01 WITA

Dikbud Sumbawa Perkuat Sekolah Hijau Lestari, Pengawas Sekolah Dilibatkan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:56 WITA

Dukungan Masyarakat Kian Masif, Sekolah Hijau Lestari Tumbuh di Sumbawa

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:45 WITA

UNSA Serahkan Studi Kelayakan Prodi Kedokteran ke Gubernur NTB

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:08 WITA

Perdana Digelar, Turnamen Sepakbola “Korwil Sakota Cup 2026” Siap Semarakkan HUT PGRI ke – 81 Tahun

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemkab Sumbawa Perkuat UMKM dan SDM Lewat Kerja Sama Strategis

Rabu, 28 Okt 2026 - 23:36 WITA