Bapenda Sumbawa Minta Hotel Taat Pajak

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:36 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWA, Beritalima.net – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa, mencatat hingga triwulan pertama tahun 2026 realisasi pendapatan dari Pajak Barang dan Jasa (PBJT) hotel dan losmen baru di angka 11,73 persen. Realisasi ini masih rendah dari target yang ditetapkan senilai Rp4,5 miliar.

“Memang realisasi kita masih sangat rendah yakni sebesar Rp527. 726. 617,00 atau sekitar 11,73 persen dari target yang sudah kita tetapkan. Kami juga akan terus berupaya mengejar target tersebut di sisa waktu yang ada,” kata Kepala Bapenda Kabupaten Sumbawa, Hardianto kepada wartawan pada, Selasa (5/5/26).

Ia merincikan realisasi pajak hotel pada triwulan pertama baru mencapai Rp487 juta lebih atau 11,40 persen. Sementara, target yang ditetapkan mencapai Rp4,2 miliar. Sementara untuk losmen dari target yang ditetapkan Rp225.000.000,00 baru terealisasi sekitar Rp40.564.900, 00 atau sekitar 18, 03 persen.

“Kami tetap akan turun ke lapangan melakukan pemantauan dan meminta kepada pemilik hotel dan losmen untuk membayar apa yang menjadi kewajiban mereka ke daerah dengan harapan target itu bisa terealisasi,” ucapnya.

Ia tidak membantah bahwa ada beberapa kendala yang dihadapi untuk mengejar target tersebut. Salah satunya tingkat kepatuhan pemilik hotel dan losmen yang masih rendah bahkan ada juga hotel yang masih enggan datang melapor dan membayar pajak padahal telah menjadi kewajiban mereka.

Baca Juga:  BLK Sumbawa Siapkan Tenaga Kerja Lokal Sesuai Kebutuhan Industri

Pengusaha hotel yang tidak taat atau patuh membayar pajak telah dikirimkan teguran tertulis, agar segera membayar pajak mereka. Selain itu, pihaknya juga meminta pengusaha hotel dan restaurant untuk melaporkan aktifitas usaha mereka sebelum tanggal 15 di setiap bulannya.

“Sampai saat ini belum ada yang kita berikan surat teguran, tetapi jika mereka telat melaporkan aktivitas usaha setiap bulannya maka akan tetap dikenakan denda,” jelasnya.

Selama ini kata dia, yang menjadi sektor unggulan untuk meningkatkan pendapatan daerah masih sebatas Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) khususnya listrik. Selain itu, ada juga potensi dari pajak restoran. Sementara, sektor pendapatan asli daerah lainnya masih belum digarap secara maksimal.

“Jadi untuk mengejar target itu, kami menggunakan strategi perang gerilya dengan turun langsung ke lapangan terutama pada sektor-sektor yang belum maksimal,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritalima.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Sumbawa Tinjau Calon Venue Panahan dan Pickleball untuk PON 2028
Pemda Sumbawa Siapkan GOR Mampis Rungan untuk Venue Tarung Derajat PON 2028
Pemkab Sumbawa Tekankan Pengawasan Program Strategis dan Pemberantasan Illegal Logging
Pemkab Sumbawa Perkuat UMKM dan SDM Lewat Kerja Sama Strategis
Job Fair Sumbawa Sediakan 282 Lowongan dari 19 Perusahaan
Pemkab Sumbawa Perkuat Satgas Linmas
Pemda Sumbawa Matangkan Persiapan Fasilitas Olahraga Sebagai Venue PON
Bupati Sumbawa Dorong Produk UMKM Tembus Pasar Ritel Modern
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:50 WITA

Bupati Sumbawa Tinjau Calon Venue Panahan dan Pickleball untuk PON 2028

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:39 WITA

Pemda Sumbawa Siapkan GOR Mampis Rungan untuk Venue Tarung Derajat PON 2028

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:37 WITA

Pemkab Sumbawa Tekankan Pengawasan Program Strategis dan Pemberantasan Illegal Logging

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:36 WITA

Pemkab Sumbawa Perkuat UMKM dan SDM Lewat Kerja Sama Strategis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:35 WITA

Pemkab Sumbawa Perkuat Satgas Linmas

Berita Terbaru

Pemerintahan

Pemkab Sumbawa Perkuat UMKM dan SDM Lewat Kerja Sama Strategis

Rabu, 28 Okt 2026 - 23:36 WITA