Pemda Sumbawa Beri Atensi Khusus Terhadap Sedimentasi di Teluk Saleh

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWA, Beritalima.net – Pemerintah Kabupaten Sumbawa, memastikan akan memberikan atensi terkait sedimentasi yang cenderung meningkat setiap tahunnya di wilayah Perairan Teluk Saleh. Hal ini dikhawatirkan akan berdampak terhadap ekosistem perairan di wilayah tersebut.

“Hasil penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memang laju sedimentasi di Teluk Saleh meningkat signifikan. Kami juga akan tetap memberikan atensi khusus terhadap persoalan ini,”ujar Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, Selasa (12/5).

Dedy melanjutkan, sedimentasi di Perairan Teluk Saleh terjadi akibat kegiatan pertanian terutama tanaman jagung. Banyaknya sedimentasi dinilai sangat mengganggu kesehatan perairan di wilayah tersebut.

Pemkab Sumbawa sedang melakukan koordinasi lebih lanjut dengan masyarakat dan pihak lainnya. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menyelamatkan ekosistem,karena dampak kerusakan yang ditimbulkan nantinya sangat besar.

“Kami akan melakukan pendekatan secara komprehensif terkait masalah ini, baik di kawasan laut itu sendiri maupun di kawasan darat. Sehingga bisa diminimalisir kerusakan ekosistem yang terjadi saat ini,” jelasnya.

Selain itu lanjutnya, pemerintah juga akan terus memasifkan gerakan Sumbawa Hijau Lestari untuk menekan laju kerusakan hutan. Ia tidak menampik program tersebut belum menyasar wilayah tersebut, tetapi pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan program pemerintah daerah.

Baca Juga:  Wabup Sumbawa Tinjau Kondisi Jembatan Amblas

Pihaknya juga akan melakukan skema pertanian terasering di sekitar lokasi tersebut. Tujuannya untuk menekan laju air langsung ke laut, terutama air yang membawa zat kimia seperti pestisida dan jenis obat-obatan pertanian lainnya.

“Di daerah yang memiliki kemiringan diatas 15 persen, cara tanamnya harus secara terasering. Sehingga air tidak langsung menuju ke laut dan kami akan terus sosialisasi ke masyarakat,” timpalnya.

Tantangan terbesar saat ini, lanjut Dedy adalah menjaga ekosistem laut tempat dari hiu paus berada dari segala gangguan. Hal itu dianggap penting dilakukan supaya tidak terjadi tindakan yang mengganggu. Salah satunya aktivitas pengeboman ikan.

“Kami meminta kepada semua pihak untuk menjaga ekosistem ini supaya terhindar dari aktivitas pengeboman ikan dan mengganggu ekosistem yang ada, karena hiu paus ini merupakan khazanah luar biasa,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritalima.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Sumbawa Bentuk Tim Optimalisasi Pajak Daerah
Dinas LH Sumbawa Upayakan 13 TP3SR Dapat Berfungsi Semua
Sekolah Rakyat di Sumbawa Ditarget Beroperasi 2027, Komisi V DPR RI Pastikan Kesiapan Lokasi
Komisi V DPR RI Siapkan Revitalisasi Terminal Sumer Payung, Akan Dibangun Modern seperti Terminal Mandalika
SPAM Beringin Sila dan Marenteh Diproyeksi Akomodir 1.516 Sambungan Rumah Baru
22 Kapal Pesiar Dijadwalkan Masuk ke Sumbawa Selama Tahun 2026
25 Pelamar dari Sumbawa Lolos Program Magang ke Jepang
Pemda Sumbawa Raih WTP Ke – 12 Kalinya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:26 WITA

Bapenda Sumbawa Bentuk Tim Optimalisasi Pajak Daerah

Senin, 8 Juni 2026 - 22:27 WITA

Dinas LH Sumbawa Upayakan 13 TP3SR Dapat Berfungsi Semua

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:00 WITA

Sekolah Rakyat di Sumbawa Ditarget Beroperasi 2027, Komisi V DPR RI Pastikan Kesiapan Lokasi

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:58 WITA

Komisi V DPR RI Siapkan Revitalisasi Terminal Sumer Payung, Akan Dibangun Modern seperti Terminal Mandalika

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:25 WITA

SPAM Beringin Sila dan Marenteh Diproyeksi Akomodir 1.516 Sambungan Rumah Baru

Berita Terbaru

Uncategorized

Ketika Sampah Mengubah Masa Depan

Rabu, 29 Jul 2026 - 00:53 WITA