Dislutkan Sumbawa Akan Kembangkan Lokasi Produk Rumput Laut

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWA, Beritalima.net – Dinas Kelautan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sumbawa, mengaku produksi rumput laut selama tahun 2025 cenderung turun dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mengakibatkan banyak pembudidaya beralih ke komoditas lain.

“Selama tahun 2025 produksi kita hanya mencapai sekitar 147.000 ton sedangkan di tahun 2024 produksi kita bisa mencapai angka 300.000-400.000 ton,” kata Kepala dislutkan melalui Kabid Budidaya Perikanan, Naeli Zakiyah, Rabu (11/2/2026).

Penurunan produksi itu,terjadi lantaran ada beberapa sentra produksi yang tidak berproduksi rumput laut lagi. Bahkan dari puluhan lokasi sentra produksi hanya sebagian kecil saja yang masih bisa bertahan sampai saat ini.

“Kita ambil contoh di sentra produksi yang berada dalam di Tanjung Bele, mereka tidak lagi produksi rumput lantaran bibit yang ditanam tersebut banyak yang rontok dan rusak,” ucapnya.

Neli menyebutkan, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan rumput laut tersebut rusak dan rontok. Beberapa faktor tersebut diantaranya kualitas air termasuk kualitas benih yang tidak tahan terhadap perubahan iklim perairan laut.

“Jadi, benih yang ada di kita (Sumbawa) saat ini jarang diperbaharui lagi sehingga tidak tahan terhadap perubahan suhu perairan yang ada saat ini,” ujarnya.

Selain faktor tersebut lanjutnya, harga yang cenderung murah saat itu menjadi tantangan bagi para pembudidaya untuk melakukan penanaman. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya harga rumput laut Sumbawa bisa menyentuh angka Rp20.000 hingga Rp28.000 per kilogram yang diambil dari petani langsung.

Baca Juga:  Pendapatan Pajak Pemda Sumbawa Ditargetkan Naik 10 Persen

“Memang dulu harganya tinggi, tetapi di tahun 2025 harga tertinggi kita hanya di angka Rp15.000 per kilogram sementara untuk biaya bibit berkisar di angka Rp4.000-Rp5.000 per kilogram,” jelasnya.

Ia pun tidak menampik meski ada beberapa sentra produksi yang tidak aktif, justru ada lokasi baru yang mulai melakukan aktivitas usaha budidaya. Salah satunya berada di Labuhan Ujung, Tanjung Bila, dan

“Saat ini di Labuhan Kuris yang dulunya sangat masif sudah tidak ada lagi aktivitas budidaya. Faktor utamanya karena banyak penggunaan potasium untuk penangkapan ikan di sekitar lokasi budi daya,” ujarnya.

Pemerintah pun berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi lahan untuk budidaya rumput laut. Hal itu dilakukan lantaran untuk budi daya rumput laut masuk dalam salah satu program strategis nasional (PSN).

“Kami akan terus berupaya mengembangkan lokasi produksi rumput laut. Karena masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk program budidaya tersebut,” pungkasnya. (02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritalima.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Sumbawa Bentuk Tim Optimalisasi Pajak Daerah
Dinas LH Sumbawa Upayakan 13 TP3SR Dapat Berfungsi Semua
Sekolah Rakyat di Sumbawa Ditarget Beroperasi 2027, Komisi V DPR RI Pastikan Kesiapan Lokasi
Komisi V DPR RI Siapkan Revitalisasi Terminal Sumer Payung, Akan Dibangun Modern seperti Terminal Mandalika
SPAM Beringin Sila dan Marenteh Diproyeksi Akomodir 1.516 Sambungan Rumah Baru
22 Kapal Pesiar Dijadwalkan Masuk ke Sumbawa Selama Tahun 2026
25 Pelamar dari Sumbawa Lolos Program Magang ke Jepang
Pemda Sumbawa Raih WTP Ke – 12 Kalinya
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:26 WITA

Bapenda Sumbawa Bentuk Tim Optimalisasi Pajak Daerah

Senin, 8 Juni 2026 - 22:27 WITA

Dinas LH Sumbawa Upayakan 13 TP3SR Dapat Berfungsi Semua

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:00 WITA

Sekolah Rakyat di Sumbawa Ditarget Beroperasi 2027, Komisi V DPR RI Pastikan Kesiapan Lokasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:25 WITA

SPAM Beringin Sila dan Marenteh Diproyeksi Akomodir 1.516 Sambungan Rumah Baru

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:24 WITA

22 Kapal Pesiar Dijadwalkan Masuk ke Sumbawa Selama Tahun 2026

Berita Terbaru

Pemerintahan

Bapenda Sumbawa Bentuk Tim Optimalisasi Pajak Daerah

Selasa, 9 Jun 2026 - 22:26 WITA

Pemerintahan

Dinas LH Sumbawa Upayakan 13 TP3SR Dapat Berfungsi Semua

Senin, 8 Jun 2026 - 22:27 WITA