Pemda Sumbawa Pastikan Kawal Pembangunan Fasilitas Tambang di Dodo Rinti

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 00:33 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWA, Beritalima.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa, memastikan akan mengawal proses pembangunan fasilitas tambang di Dodo Rinti oleh PT Amman Mineral. Proyek ini dikerjakan melalui skema Proyek Strategis Nasional (PSN), sehingga akan terintegrasi dengan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Jadi, bukan pembangunan conveyor beltnya saja, tetapi secara keseluruhan proyeknya yang menghubungkan fasilitas konsentrator di Batu Hijau dengan pengembangan tambang di Dodo dan Lepui,” kata Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Deddy Heriwibowo, Selasa (28/4/26).

Deddy mengaku baru mengetahui proyek tersebut,masuk PSN setelah staff ahli Bappenas menyampaikan di forum Musrenbang Provinsi NTB,belum lama ini. Namun secara formal penetapan proyek itu dengan PSN masih menunggu pembaruan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2026.

“Secara formal nanti disahkan melalui pembaruan RKP 2026. Kami baru mengetahui informasi tersebut saat Musrenbang di provinsi,” ucapnya.

Skema PSN untuk melaksanakan pekerjaan dinilai memiliki nilai ekonomi dan strategis yang tinggi, khususnya di sektor pertambangan. Selain itu, proyek tersebut juga menjadi bagian penting dari pengembangan tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat.
“Proyek tambang PT AMNT ini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi. Karena itu pemerintah berkepentingan agar proyek ini masuk dalam PSN,” jelasnya.

Baca Juga:  ADD Tahun 2026 Sebesar Rp 132 Miliar

Masuknya proyek ini dalam PSN lanjut Deddy, akan memberikan kontribusi signifikan terhadap capain target pembangunan daerah. Bahkan investasi besar dari sektor tambang akan menjadi momentum strategis bagi daerah untuk melakukan konsolidasi pembangunan.

“Kita sudah ada beberapa program strategis daerah seperti hilirisasi unggas, kawasan ekonomi biru Samota, serta pengembangan industri garam. Sehingga kami berharap bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di Sumbawa,” tambahnya.

Status PSN terhadap proyek tersebut, akan memberikan kemudahan, terutama dalam aspek perizinan dan kebijakan lainnya. Hal ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek, mengingat sebagian besar pembiayaannya berasal dari pihak swasta.

“Tahapan pembangunan proyek tidak berlangsung instan. Karena ada proses teknis harus dilalui, penyusunan studi kelayakan, detail engineering design (DED), termasuk penyiapan lahan yang semuanya masih terus berproses,” pungkasnya. (01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel beritalima.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Sumbawa Bentuk Tim Optimalisasi Pajak Daerah
Dinas LH Sumbawa Upayakan 13 TP3SR Dapat Berfungsi Semua
Sekolah Rakyat di Sumbawa Ditarget Beroperasi 2027, Komisi V DPR RI Pastikan Kesiapan Lokasi
Komisi V DPR RI Siapkan Revitalisasi Terminal Sumer Payung, Akan Dibangun Modern seperti Terminal Mandalika
SPAM Beringin Sila dan Marenteh Diproyeksi Akomodir 1.516 Sambungan Rumah Baru
22 Kapal Pesiar Dijadwalkan Masuk ke Sumbawa Selama Tahun 2026
25 Pelamar dari Sumbawa Lolos Program Magang ke Jepang
Pemda Sumbawa Raih WTP Ke – 12 Kalinya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:26 WITA

Bapenda Sumbawa Bentuk Tim Optimalisasi Pajak Daerah

Senin, 8 Juni 2026 - 22:27 WITA

Dinas LH Sumbawa Upayakan 13 TP3SR Dapat Berfungsi Semua

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:00 WITA

Sekolah Rakyat di Sumbawa Ditarget Beroperasi 2027, Komisi V DPR RI Pastikan Kesiapan Lokasi

Minggu, 7 Juni 2026 - 12:58 WITA

Komisi V DPR RI Siapkan Revitalisasi Terminal Sumer Payung, Akan Dibangun Modern seperti Terminal Mandalika

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:25 WITA

SPAM Beringin Sila dan Marenteh Diproyeksi Akomodir 1.516 Sambungan Rumah Baru

Berita Terbaru

Uncategorized

Ketika Sampah Mengubah Masa Depan

Rabu, 29 Jul 2026 - 00:53 WITA